JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih saja terjadi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang menyebabkan kabut asap terus meningkat dan kualitas udara semakin memburuk sehingga meliburkan aktifitas belajar mengajar siswa sekolah.
Terbaru, karhutla terjadi di lahan konsesi milik PT Alam Lestari Nusantara (PT ALN) yang merupakan perusahaan agribisnis perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) karet yang berlokasi di Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Perusahaan ini diketahui kepemilikan sahamnya Dikelola secara mayoritas oleh PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI sebesar 83%) dan PTPN XII (17%). Dibawah naungan langsung Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dengan luas konsesi memiliki izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) seluas 10.785 hektare berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan.
Hasil pengecekan di lapangan ditemukan tiga lokasi kebakaran dengan total luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare, terdiri dari Afdeling 9 sekitar 6 hektare, Afdeling 3 sekitar 2 hektare, dan Afdeling 2 sekitar 2 hektare.
Kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisi lokasi yang berada jauh di dalam kawasan hutan membuat proses menuju titik api membutuhkan waktu cukup lama. Dari Pauh menuju PT ALN ditempuh sekitar tiga jam, kemudian dari mess PT ALN menuju lokasi kebakaran membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Dengan kondisi medan yang sulit, tim harus menggunakan kendaraan roda empat, roda dua hingga berjalan kaki untuk mencapai titik kebakaran. Alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses jalan agar personel dan peralatan pemadaman dapat masuk menuju lokasi.
Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong, S.H. mengatakan, penyebab kebakaran di tiga lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian masih melakukan pengecekan dan pengumpulan informasi di lapangan untuk mengetahui sumber serta penyebab munculnya api.
Sumber: Beritabicara.com (Warsun A)
