KERINCI–MERANGIN, JAMBI — Pemandangan memprihatinkan terlihat dalam sebuah video yang memperlihatkan hamparan tanah terbuka, gundukan material, kolam berair keruh kecokelatan, serta alat berat yang berada di tengah kawasan perbukitan berhutan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai aktivitas yang berlangsung di lokasi, legalitas kegiatan pertambangan, serta potensi dampaknya terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam rekaman video yang diterima redaksi JAMBI CRIME WATCH, tampak bentang alam yang telah mengalami perubahan fisik cukup mencolok. Sejumlah bagian lahan terlihat terkupas, sementara material tanah dan bebatuan menumpuk di area terbuka. Di lokasi yang sama, terlihat genangan air berwarna kecokelatan dan alat berat yang diduga digunakan untuk kegiatan pengerukan atau pengolahan material.

Keterangan lokasi yang muncul dalam video mengarah ke kawasan Gunung Patuah di sekitar perbatasan Kerinci–Merangin. Namun, titik koordinat, status kawasan, identitas pengelola, serta jenis dan legalitas aktivitas yang berlangsung masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan lapangan dan keterangan instansi berwenang.

LINGKUNGAN JANGAN DIKORBANKAN DEMI KEUNTUNGAN SESAAT
Kondisi lahan yang terbuka di tengah kawasan perbukitan patut menjadi perhatian. Apabila pengerukan tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang tidak memenuhi ketentuan lingkungan, risikonya dapat meluas, mulai dari erosi dan sedimentasi hingga peningkatan potensi pencemaran badan air.
Air yang tampak keruh dalam rekaman memang belum cukup untuk memastikan adanya pencemaran akibat bahan kimia atau aktivitas pertambangan tertentu. Meski demikian, kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan pemeriksaan kualitas air, pengambilan sampel tanah, serta penelusuran sumber material yang mengalir ke kawasan sekitar.
Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah apakah kegiatan tersebut memiliki izin yang sesuai, apakah berada di dalam atau berbatasan dengan kawasan hutan, serta apakah pengelola telah memenuhi kewajiban perlindungan dan pemulihan lingkungan.
Jika ditemukan pelanggaran, penanganan tidak boleh berhenti pada teguran semata. Penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, disertai penghentian kegiatan apabila memenuhi dasar hukum untuk itu serta kewajiban pemulihan lingkungan oleh pihak yang bertanggung jawab.

APARAT DAN PEMERINTAH DIMINTA TURUN KE LAPANGAN
JAMBI CRIME WATCH mendorong pemerintah daerah, dinas yang membidangi pertambangan dan lingkungan hidup, instansi kehutanan, serta aparat penegak hukum untuk menelusuri informasi dalam video tersebut secara terbuka dan profesional.
Pemeriksaan perlu mencakup identifikasi lokasi secara pasti, status perizinan, kepemilikan atau penguasaan alat berat, pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan, serta dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Apabila lokasi berada di kawasan yang memiliki perlindungan khusus, pemeriksaan juga perlu memastikan kesesuaian kegiatan dengan status dan ketentuan pengelolaan kawasan tersebut.
Publik berhak memperoleh penjelasan yang terang. Jika kegiatan itu legal, pemerintah perlu menyampaikan dasar perizinan dan pengawasan lingkungannya. Sebaliknya, jika ditemukan kegiatan tanpa izin atau pelanggaran lainnya, proses penindakan harus dilakukan secara tegas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

JANGAN MENUNGGU BENCANA BARU BERTINDAK
Kerusakan lingkungan kerap menjadi persoalan besar ketika dampaknya sudah dirasakan masyarakat. Karena itu, langkah pencegahan dan pengawasan sejak dini jauh lebih penting daripada menunggu munculnya bencana atau konflik sosial.
Rekaman ini seharusnya menjadi bahan bagi instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan, bukan alasan untuk langsung menjatuhkan kesimpulan terhadap pihak tertentu. Fakta mengenai legalitas kegiatan, kondisi kawasan, serta dampak lingkungannya harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang dapat diuji.

JAMBI CRIME WATCH akan terus mendorong keterbukaan informasi dan pengawasan publik terhadap persoalan lingkungan di Provinsi Jambi. Kelestarian hutan, kualitas air, dan keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan.
Sebab, ketika alam rusak, masyarakatlah yang berpotensi menanggung akibatnya. Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah kerusakan semakin parah.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pengamatan awal terhadap rekaman video. Identitas pelaku atau pengelola, status perizinan, titik lokasi pasti, dan dugaan pelanggaran belum dapat dipastikan hanya dari video. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

By t876s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *